

Di Surabaya ada sebuah warung yang mengambil konsep angkringan dari Jogja. . Tempat ini bernama Banyu Anget, terletak di Jl. Nginden Semolo 22. Suasananya pun agak berbeda dari warung-warung di Surabaya pada umumnya
Apa yang membuat berbeda? Pertama terlihat dari hidangannya. Ada beberapa hidangan spesial yang biasanya dijual di angkringan-angkringan di Jogja.
Kopi joss. Kopi joss dibuat dengan gula, kopi bubuk dan diseduh dengan air mendidih, lalu ditambahkan dengan arang panas. Saat arang panas dicelupkan, maka terdengarlah bunyi josss pada kopi anda. Kelebihan kopi itu adalah kadar kafeinnya yang rendah karena dinetralisir oleh arang.
Selain itu juga terdapat sate-sate seperti sate puyuh, sate kerang,dll. Juga gerobaknya yang berbentuk khas.
Di Jogjakarta, cangkruk lebih dikenal dengan istilah nangkring. Mereka nangkring di sebuah tempat yang biasanya disebut dengan angkringan. Angkringan (berasal dari bahasa Jawa ' Angkring ' yang berarti duduk santai) adalah sebuah gerobag dorong yang menjual berbagai macam makanan dan minuman yang biasa terdapat di setiap pinggir ruas jalan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di Solo dikenal sebagai warung hik ("hidangan istimewa a la kampung") atau wedangan. Gerobag angkringan biasa ditutupi dengan kain terpal plastik dan bisa memuat sekitar 8 orang pembeli.
Angkringan terkenal sebagai tempat yang egaliter karena bervariasinya pembeli yang datang tanpa membeda-bedakan strata sosial atau SARA. Mereka menikmati makanan sambil bebas mengobrol hingga larut malam meskipun tak saling kenal tentang berbagai hal atau kadang berdiskusi tentang topik-topik yang serius. Harganya yang murah dan tempatnya yang santai membuat angkringan sangat populer di tengah kota sebagai tempat persinggahan untuk mengusir lapar atau sekedar melepas lelah.
Cangkrukan, Barikan, dan Jagongan

