

Image from : www.google.com
Barikan merupakan saudara cangkruk. Barikan biasanya dilakukan saat setelah sholat Jumat dan orang mulai membicarakan kejadian hari ini. Barikan juga sering dilakukan pada peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, terutama di masyarakat Surabaya. Apa yang membedakan barikan dengan cangkrukan? Tujuan dari barikan adalah refleksi. Mengenang masa lalu. Sama dengan cangkruk, kita bisa melakukan barikan dimana saja dan sebenarnya, barikan juga bisa dilakukan kapan saja.
Pernahkah anda melihat orang-orang (biasanya kerabat) berkumpul dan berbincang-bincang seru saat ada resepsi pernikahan? Kegiatan itu merupakan kegiatan yang kita sebut sebagai jagongan. Jadi apa bedanya dengan cangkruk dan barikan? Sebenarnya, jagongan adalah cangkruk yang dilakukan pada suatu acara (life event) seseorang. Acara ini bisa jadi pernikahan, kematian, atau bahkan khitanan.
Cangkrukan, barikan dan jagongan adalah hal yang mirip. Ketiganya juga merupakan budaya yang populer di Jawa. Baik secara sadar maupun tidak sadar, masyarakat Jawa sering melakukan hal ini. Pada dasarnya, ketiganya merupakan kegiatan ngobrol dan berinteraksi satu sama lain. Jadi, apa bedanya?
Cangkrukan pada dasarnya adalah kegiatan berkumpul bersama dengan teman atau kerabat untuk ngobrol, berbicara dan berbincang-bincang. Cangkruk dapat dilakukan di tempat apapun, dalam kegiatan apapun dan dalam suasana apapun. Tujuan dari cangkrukpun bisa bermacam-macam, mulai dari membicarakan kejadian yang unik, kejadian aneh, sampai ke politik dan negara. Biasanya, orang cangkruk saat mereka ingin mencari ide atau sekedar bersantai. Bahkan kadang untuk beberapa orang penghobi fotografi, saat cangkruk juga bisa menjadi saat hunting ringan.

